Kamis, 16 Oktober 2014

Gangguan Pada Sistem Reproduksi


        Sistem reproduksi dapat mengalami gangguan. Gangguan tersebut bisa terjadi akibat beberapa faktor tertentu, bisa jadi akibat tumor, infeksi virus/ bakteri atau akibat disfungsi organ itu sendiri. Berikut adalah beberapa contoh gangguan penyakit pada sistem reproduksi.

1. Condiloma Accuminata
 
Penyakit ini disebabkan oleh virus Human papilloma. Penyakit ini ditandai dengan timbulnya kutil yang dapat membesar dan akhirnya dapat menimbulkan kanker mulut rahim.

Pengobatan : 
Pengobatan dapat dilakukan dengan cara :
a. Pengolesan daerah yang terkena kondiloma akuminata dengan
    tingtura podofilin 20%, 1-2 minggu.
b. Salep 5 fluorourasil 5%.
c. Bedah listrik (elektrokauterisasi).
d. Bedah skapel (eksisi).
e. Bedah beku dengan nitrogen cair.
f. Pada yang tidak dikhitan dapat dilakukan eksisi dan khitan. 
 
Pencegahan :
Pencegahan dapat dilakukan dengan beberapa cara misalnya dengan menjaga kebersihan lingkungan dan tubuh. Selain itu jagalah agar tubuh tidak selalu berkeringat atau dalam keadaan lembap. Bagi pria sebaiknya dilakukan khitan sejak kecil. Sebaiknya tidak melakukan kontak seksual dengan penderita karena dapat tertular penyakit ini. Pencegahan pada pasangan suami istri juga harus dilakukan. Pada penderita wanita dilakukan pemeriksaan pap’s smear.



22. Endometriosis

Merupakan gangguan akibat adanya jaringan endometrium dari luar rahim (uterus) yaitu dapat tumbuh di sekitar  ovarium, oviduk, servik dsb. Gejala penyakit ini berupa rasa nyeri pada perut, pinggang terasa sakit, dan nyeri pada saat menstruasi. Rasa nyeri ini disebabkan oleh pengelupasan jaringan endometriosis.


Pengobatan :

Jika terdapat ‘chocolate cyst’ ataupun keadaan rahim yang terbalik (retroverted), pembedahan akan dilakukan. Pembedahan akan membetulkan rahim dengan menjahit rahim ke otot perut di bagian depan (ventro-suspension of the uterus). Setelah ini dilakukan, bagian peranakan serta bagian sekitarnya akan dibasuh dengan cairan untuk menghilangkan segala kotoran dan keracunan yang dikeluarkan oleh endometriosis. Jika pembedahan pada saluran fallopian, tersumbat ketika pembedahan, maka pembedahan akan dilakukan sekali lagi.

Selain operasi, perawatan bisa dilakukan dengan minum obat, diantaranya obat yang mengandung hormon Progesterone. Bahkan seiring dengan kemajuan ada juga pengobatan dengan cara penyuntikan sebulan sekali.



33. Epididimitis
 

Merupakan infeksi yang sering terjadi pada saluran reproduksi pria.

Faktor – faktor yang bisa memicu timbulnya infeksi epididimitis adalah : 
a. Iritasi yang disebabkan zat kimia oleh ekstravasasi urin melalui
    vas deferens
b. Komplikasi prostatektomi
c. Infeksi yang dipicu organisme
d. Trauma, gonorea, sifilis atau infekis klamidial
e. Infeksi traktus kecing atau prostatitis. (nn)

Tanda dan Gejala pada pasien Epididimitis

a. hidrokel akut

b. berjalan sempoyongan, sedikit bergoyang untuk melindungi  pangkal paha

c. perih, nyeri dan bengkak pada pangkal paha dan skrotum

d. perasaan berat pada skrotum

e. badan tidak fit



Penanganan dan Perawatan untuk pasien Epididimitis

a. pastikan pasien untuk bed rest

b. lakukan kultur urin dan uji sensitivitas untuk mengenali organisme yang menjadi pemicu

c. beri pasien antibiotik dan analgesik sesuai resep

d. berikan kompres es di area pembengkakan

e. terapi epididimektomi dengan anestetik lokal bisa diberikan jika terapi antibiotik tidak berjalan ef



44. Gonorhoe (Kencing Nanah)


       Merupakan penyakit kelamin yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Penyakit kelamin ini bisa menular melalui seks bebas. Gejalanya adalah keluar cairan berwarna putih, rasa nyeri pada saat buang air kecil, pada pria mulut uretra bengkak dan agak merah.

 

GEJALA

a. Pada pria, akan keluar nanah dari dari saluran kencing dan rasanya sangat panas seperti terbakar,

b. Pada wanita, infeksi dapat terjadi pada saluran kencing, vagina ataupun cervic.

c. Wanita juga bisa merasakan nyeri perut yang sangat hebat

d. Bertambahnya cairan yang keluar dari vagina

e. Ujung buah zakar berwarna merah dan membengkak

f. Merasakan sakit yang luar biasa saat buang air kecil

g. Air kencing berwarna kuning kehijauan


MENCEGAH PENYAKIT GONORE
      Satu-satunya cara untuk mencegah penyakit gonore ini adalah menghindari gaya hidup seks bebas dan selalu setia kepada pasangan. Dengan melakukan seks bebas, kita bisa dengan mudah tertutar penyakit gonore ini. Oleh karena itu itu, untuk memutus rantai penyakit gonore ini, kita tidak berganti-ganti pasangan dalam berhubungan seksual. Karena kita tidak pernah tahu seseorang tersebut menderita penyakit gonore maupun penyakit menular seksual yang lainnya.
55. Hamil Anggur (Mola Hidalidosa)

Merupakan suatu kehamilan yang tidak berisi janin, tetapi berisi gelembung-gelembung mola dan bekuan darah. Hamil anggur dapat menyebabkan kesakitan atau kematian karena pendarahan, tembusnya dinding rahim oleh proses mola dan infeksi.

   

Penyebab Hamil Anggur


      Secara medis, hamil anggur dapat terjadi karena tidak adanya buah kehamilan (agenesis), atau adanya perubahan (degenerasi) sistem aliran darah terhadap buah kehamilan pada usia kehamilan minggu ke- 3 sampai minggu ke-4. Penyebab lainnya yaitu terus berlangsungnya aliran atau sirkulasi darah tanpa adanya bakal janin sehingga mengakibatkan peningkatan produksi cairan sel trofoblas. Hamil anggur juga bisa disebabkan oleh adanya kelainan substansi kromsom seks.


Pengobatan ;
Jika penderita ingin punya anak, maka bisa dilakukan pembersihan rahim 

Gejala
Gejala dari penyakit ini dintunjukan sebagaimana orang hamil normal, tanda awal persis kehamilan biasa, misalnya terlambat haid, keluhan mual, muntah. Hanya saja keluhan tersebut lebih hebat. Jika diperiksa tes kehamilan, hasilnya positif juga. Selain gejala umum di atas, tanda-tanda lain diantaranya: tidak ada tanda-tanda gerakan janin, rahim nampak lebih besar dari umur kehamilan, misalnya terlambat 2 bulan, rahim nampak seperti hamil 4 bulan, keluar gelembung cairan mirip buah anggur bersamaan dengan perdarahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar